BeritaPerindustrian

Studi Komparasi Ikm Minyak Kelapa Di Kabupaten Bantul

Studi Komparasi Ikm Minyak Kelapa Di Kabupaten Bantul. Dinperinaker. Dalam rangka pembinaan produksi bagi pelaku usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) Minyak kelapa di Kabupaten Purworejo, beberapa staf dari Bidang Perindustrian Dinperinaker Kab Purworejo pada hari Kamis, 22 Oktober 2020 mengadakan studi komparasi tentang proses produksi industri kecil minyak kelapa di Dukuh Mangiran, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul.

Studi Komparasi Ikm Minyak Kelapa Di Kabupaten Bantul
Studi Komparasi Ikm Minyak Kelapa Di Kabupaten Bantul

Kegiatan ini dilaksanakan guna mempelajari proses produksi minyak kelapa yang bersih dan limbahnya tidak mencemari lingkungan. Dari hasil pengamatan di 2 lokasi yang berdekatan di desa tersebut, dan wawancara dengan 2 IKM di lokasi tersebut, ternyata prosesnya beda-beda. IKM Ibu Sartini proses produksi sudah tidak menggunakan tambahan air dan pemasakan santan kanil tidak direbur, namun digoreng sehingga dapat dikatakan tidak ada limbah cair yang ditimbulkan, tetapi hasil minyaknya lebih sedikit. Dan ternyata produk utama yang dihasilkan bukan minyak kelapa, melainkan “kethak/blondo”, yang harganya jauh lebih mahal dari harga minyak kelapa. Alasan pelaku IKM Ibu Sartini mengapa bukan minyak kelapa yang dijadikan produk utamanya karena ada permintaan produk“kethak/blondo” dari pihak lain, dan setelah dipraktikkan margin keuntungan yang diperoleh lebih besar, lagi pula hasil samping yang berupa minyak kelapa, tempurung, dan ampas kering semuanya laku dijual. Lain halnya dengan IKM Ibu Lastri yang merupakan kakak dari ibu Sartini dan kebetulan lokasinya berdekatan masih menggunakan metode proses lama, yakni proses pemasakan santan kanil masih menggunakan metode direbus, alhasil, produk produk utama yang diperoleh adalah minyak kelapa. Adapun kethak/blondo hanya sebagai produk sampingan, lingkungan masih berbau, dan masih banyak limbah yang ditimbulkan. Kesimpulannya, “market orientation” tetap sebagai kunci utama seseorang akan memproduksi suatu barang

Kepala Dinperinaker Ajak Para Pelaku IKM Gunakan Si-EPI(Buka di tab peramban baru)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *